­

Reusable Menstrual Pad, Yay or Nay?

August 24, 2021



Finally, bisa nge-post lagi setelah sekian bulan berdebu. Beda dari post sebelum-sebelumnya, sekarang coba buat post sesekali soal lifestyle, siapa tahu ada yang bisa petik buah manfaat dan terinspirasi, ya!

Jujur, aku gemas banget mau share pengalamanku bareng reusable menstrual pad (mesnpad) ini semenjak satu minggu pakai karena merasa harus mempengaruhi banyak teman buat ikut beralih, tapi akhirnya kutahan-tahan sampai minimal setahun dulu, biar nggak ecek-ecek ceritanya.

Aku pakai reusable menspad sebetulnya sudah dipahamkan oleh Ummi semenjak pertama kali mengalami menstruasi 6 tahun lalu. Mungkin Ummi sudah khatam kali ya masalah disposable menspad dengan kandungan harsh chemicals-nya menyimpan banyak bahaya buat kesehatan. Cuman bedanya waktu itu aku masih dikasih reusable menspad versi self-made, jelas belum senyaman yang dipakai sekarang karena fabric-made. Makanya setelah bertahan 1 tahun, aku beralih ke disposable menspad, yang penting tipis dan praktis, gitu pikirku dulu.

Selain reusable menspad, masih ada beberapa opsi lain untuk mengurangi pemakaian disposable menspad. Contohnya, organic pads (disposable menspad biodegradable), menstrual cup, sampai yang terbaru ada inovasi menstrual underwear. 

Dari semua brand reusable menspad lokal yang bermacam-macam bahan, model, ukuran, sampai warnanya, akhirnya kupilihlah si Baby-Oz ini. Jangan kira Baby-Oz tuh cuman nyediain kebutuhan cloth diaper & other stuffs-nya bayi ya mentang-mentang namanya ada unsur begitu, wkwk. Tadinya sempat gamang juga antara GG, ClueBebe, atau Baby-Oz. Tapi karena punya kelebihan yang menurutku amat worth it, yaudah makin yakin deh buat pilih Baby-Oz, meskipun konsekuensinya juga punya harga sedikit lebih pricey ketimbang lainnya. Buat nentuin brand mana yang bakal dibeli aja, aku butuh riset ngebandingin sampai makan waktu sebulan. Baca banyak artikel/nonton IGTV review, cek harga ke beberapa toko. Saking ‘krusial’-nya urusan yang satu ini, apalagi untuk barang yang private dan masa pakainya bakal lama, aku nggak mau ngerasa rugi.

Gambar 1. Reusable Menspad Baby-Oz
Buat rekomendasi toko online, kemarin aku beli di Umaiyo Clodi. Lumayan, ada paket bundling (random warna dan ukuran) atau bisa satuan juga. In case aku tuh orangnya nggak suka warna random dan khawatir dapetnya malah yang ngejreng, akhirnya aku putusin buat beli satuan supaya lebih sesuai hati pilihan warna sekaligus kebutuhannya. Buat first trial (yang belum paham ukuran/kebingungan milih) mungkin aku saranin beli paket bundling aja dulu nggak papa (asal nggak terlalu masalah sama warna random-nya), jauh lebih hemat. Btw, untuk beli reusable menspad gini memang sayangnya belum tersedia di toko konvensional, jadi belum terlalu gampang ditemui.

Ada empat pilihan ukuran/jenis yang disediakan oleh Baby-Oz, yaitu pantyliner (20 cm), minipad (20 cm), day/regular (27 cm), dan nite (35 cm). Umumnya para brand reusable menspad lain pun nggak jauh berbeda ukuran. Untuk perbedaan pantyliner dan minipad bisa dicari tahu sendiri, agak panjang juga menjelaskannya. Disesuaikan dengan kebutuhan, karena aku tipikal yang flow menstruasinya normal dan lebih sesuai pakai ukuran standar, jadi cukup beli satu ukuran aja: day/regular.

Oh iya, kemarin buat periode pembelian pertama, aku checkout 6 buah. Lho, memang cukup? Kalau dari perhitungan pribadi aku merasa cukup banget, dengan catatan setiap ganti lansung cuci/nggak menumpuk bekas pakai lebih dari 2 buah. Apalagi kalau musim hujan atau cuacanya nggak menentu, harus telaten. Sebetulnya ini pun jadi salah satu siasatku biar nggak malas cuci. Fyi, Baby-Oz juga nyediain mini wet bag (kantong basah untuk wadah berpergian), yang tanpa pikir panjang lansung kubeli sekaligus supaya mempermudah kalau harus membawa ganti waktu keluar rumah. Tambahan kabar baiknya, kemasan dari Baby-Oz maupun tokonya ini juga ramah lingkungan alias nggak ada plastik sama sekali.

Gambar 2. Mini Wet Bag Baby-Oz
Untuk kelebihan dan kekurangan reusable menspad Baby-Oz akan kujelaskan (beberapa secara implisit) di paragraf selanjutnya.

Reusable menspad dari Baby-Oz punya dua lapisan, ada lapisan inner (bagian yang lansung menyentuh kulit) dari bahan microfleece, sementara lapisan outer dari bahan PUL (Polyurethane Laminate) waterproof. Menariknya, mereka kasih ekstra satu lapisan insert dari bahan microfiber yang bisa dilepas-pasang. Sepengalamanku searching reusable menspad, baru Baby-Oz yang begitu. Meringankan penggunaan banget, terutama kalau mencuci, jadi bisa mastiin bagian dalamnya bersih karena gampang dibolak-balik. Karena hanya punya dua lapisan, reusable menspad Baby-Oz ini pretty thin!

Selama ini, Alhamdulillah aku belum pernah ngalamin insiden bocor, sih. Bahkan di 3 hari pertama yang high-flow, sampai 4 jam pun masih aman dibawa aktivitas kayak biasa. Pas awal baru uji ketahanan, aku jujur harap-harap cemas gitu, dikit-dikit ngecek. Ya wajar deh parnoan, soalnya beneran kain doang ini, nggak banyak lapisannya kayak disposable menspad. Satu button sebagai perekat untungnya cukup untuk menjaga supaya terus aman.

Di masa transisi (siklus haid pertama kali pakai), aku masih kagok kalau harus nge-keep menspad yang sebelumnya selalu lansung kubuang, harus dikucek (nggak disarankan pakai mesin supaya kainnya lebih awet) sampai betulan kinclong, harus dijemur pula. Belum lagi kalau berpergian lebih dari sehari harus sepaket bawa sabun leraknya sendiri (kalau pakai sabun berbahan kimia juga bisa berpengaruh ke kualitas kain). Intinya memang harus mau ribet. Biar semangat nggak luntur paling aku sambil ingat-ingat aja kalau pakai reusable menspad gini efeknya bukan cuman bagus buat diri sendiri, tapi meminimalisir kedzaliman sama lingkungan juga.

Ambil pemisalan, dalam satu hari perempuan tuh bisa 6-7x ganti pembalut (versi sehatnya, anjuran ganti setiap 4 jam sekali), dimana itu berarti setiap satu siklus menstruasi hitunglah habis 50 pembalut, dikalikan berapa jumlah siklus menstruasi seumur hidup, dan itu baru satu perempuan! Sementara di dunia ini populasi perempuan miliaran, kebayang nggak sebanyak apa itu sampah setiap tahunnya? Jadi agak berlabel pahlawan ya kayaknya kalau kita sedari dini beralih ke reusable menspad, hehe, perubahan kecil pun pasti berarti buat bumi. Mungkin sehabis ini teman-teman bisa eksplor berita lebih banyak soal fakta sampah pembalut di lapangan.

Lanjutan untuk urusan cuci-mencuci, ada alternatif untuk bisa pakai mesin, tapi baiknya ditaruh di laundry net dulu. Alternatif berikutnya, yaitu pakai sabun/detergen khusus clodi, kalau misal pakai lerak nggak terlalu suka karena nggak wangi (walaupun tetap bisa wangi sih kalau ditambahin essential oil, hihi). Every decision has consequences.

Sebelumnya, aku termasuk yang cukup sering ngalamin iritasi kulit sewaktu masih pakai disposable menspad. Makanya ketika kemudian pakai reusable menspad Baby-Oz dan nggak pernah iritasi lagi rasanya happy! Kain microfleece memang nggak usah dipertanyakan lagi kelembutannya. Sekaligus dengan catatan, jadwal ganti juga harus diperhatikan ya, karena iritasi nggak hanya dari zat kimia, tapi intensitas ganti sesuai flow, atau bahkan bisa berawal dari keringat sendiri. Ujungnya berkaitan lagi ke urusan kebersihan masing-masing.

Setelah satu tahun, akhir-akhir ini yang jadi rintangan lainnya adalah masalah noda membandel. Nah, buat mengakali, ada yang namanya teknik stripping. Kalau kita beli reusable menspad Baby-Oz, di kemasannya mereka nyantumin bagaimana step stripping hanya dengan bantuan air hangat, baking soda, dan cuka makan. Stripping ini juga berlaku buat reusable menspad yang sudah kaku/gampang bocor. Baiknya memang dua bulan sekali rutin dilakuin, residu sabun cuci yang menumpuk nggak kasat mata bisa sekaligus terangkat.

Secara pengalaman keseluruhan, nggak ada kesulitan yang berarti. Malahan jadi lebih lega gitu karena tiap bulan hitungan pengeluaran irit. Nggak perlu lagi deh repot beli pembalut terus-menerus (reusable menspad punya ketahanan masa pakai sampai sekitar 5 tahun). Orang-orang sekitar pun lama kelamaan ngerti dengan kebiasaanku buat nge-treat reusable menspad secara khusus dan justru jadi penasaran ingin mencoba karena dikenalkan.

Review-ku ini pun nggak lantas harus jadi patokan ya, karena aku belum pernah coba brand lain. Kalau ada yang punya rekomendasi, boleh kasih tahu lewat comment di bawah. Atau, mungkin sampai sini adakah teman-teman yang merasa tertarik dengan reusable menspad juga?

You Might Also Like

0 comments